Hanya sebentar, tapi berarti..

Ada perasaan yang tidak pernah aku rencanakan untuk tumbuh.

Ia datang pelan, tanpa suara, lalu tinggal lebih lama dari yang kuduga.

Tidak hadir sebagai gejolak besar, tidak juga sebagai cerita yang ingin diumumkan. Ia lebih mirip ketenangan yang tiba-tiba terasa asing karena aku tidak sedang mencarinya, tapi ia tetap ada.

Aku belajar memahami bahwa tidak semua rasa perlu diwujudkan. Ada perasaan yang cukup dijaga, bukan diperjuangkan. Bukan karena tidak berani, melainkan karena tahu batas. Karena mengerti bahwa tidak semua kedekatan harus berubah menjadi kepemilikan.

Andai kamu tahu, meskipun kamu hanya singgah begitu singkat, bayangan dirimu sering hadir dalam anganku, di sela hari-hari biasa, di antara jeda yang tak pernah benar-benar kosong.

Ada hari-hari ketika aku bertanya pada diri sendiri, apakah salah menyimpan rasa tanpa menyuarakannya. Tapi semakin lama, aku menyadari: Ia bisa hadir tanpa menuntut, peduli tanpa mengikat, dekat tanpa harus memiliki.

Aku memilih menjaga rasa ini dengan cara yang paling sunyi.

Tanpa ekspektasi.

Tanpa angan, dan

Tanpa permintaan apa pun.


Jika suatu hari perasaan ini memudar, aku ingin ia pergi dengan tenang. Tanpa penyesalan, tanpa rasa bersalah. Dan jika ia masih tinggal, aku ingin tetap menjaganya agar tidak melukai siapa pun, termasuk diriku sendiri.


Ini bukan tentang cerita yang ingin dimenangkan.

Ini tentang hati yang belajar tahu batas.


Tentang rasa yang tidak pernah menjadi milik, namun pernah begitu berarti.


Comments

Popular posts from this blog

Di ujung senja

Luka yang membawa saya pulang.