Pengorbananku

-Pengorbananku-

Kamu tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tak bisa kita miliki

Aku tahu rasanya…

Kamu tahu bagaimana rasanya bertahan demi seseorang yang tak bisa kita miliki..

Aku tahu rasanya…

Perkenalan ku dengannya dibilang sangat singkat, hanya dalam waktu beberapa minggu perkenalan kami di sebuah pesan pendek, telah membuat benih-benih cinta tumbuh dan bersemi dalam kehidupan kami, keindahan cinta kami hanya dapat dirasakan dalam waktu yang singkat karena aku tidak dapat memiliki dirinya.

 

Kekasih gelap.. mungkin seperti itulah posisi diriku sekarang, mencintainya tanpa harus memiliki membuat diriku tersiksa, entah sudah berapa banyak airmata yang ku berikan untuk dirinya, kesedihanku semakin mendalam disaat wanita itu tidak bersedia melepaskannya.

 

Hampir 3 tahun mereka bersama, bukan waktu yang sebentar untuk suatu hubungan, sudah seperti apa hubungan mereka aku tidak ingin tahu, karena hal itu sangat menyakitkan untukku.

 

Sedikit pun aku tak pernah mau memaksa untuk ia memutuskan hubungannya dengan wanita itu, karena kehadiran ku yang tak terduga lah yang harus disalahkan, tapi satu yang tak pernah aku sesalkan dalam hidupku yaitu aku mencintainya lebih dari apa pun bahkan melebihi nyawaku sendiri.

 

Seperti biasa seminggu sekali aku berkesempatan untuk bertemu dirinya, kami pun tak mau menyia-nyiakan waktu yang begitu singkat, Sungguh bahagianya aku disaat dia mendekap diriku dalam pelukannya

Tuhan.. ku ingin selamanya dalam dekapan tubuhnya, ku ingin selamanya memegang tangannya, apakah permintaanku begitu sulit hingga sampai detik ini kami tak dapat bersama.

 

Tanpa ku sadari aku mengucapkan satu kalimat yang membuatnya terkejut, bahkan aku sendiri pun tak mengerti mengapa ku mengatakannya.

“Rey, izinkan aku untuk bertemu dengannya” kata ku dengan tiba-tiba

“Apaaa…apa kata kamu Na, kamu mau bertemu dengan dia..untuk apa..” jawabnya dengan penuh kaget.

“Tidak untuk apa-apa..hanya aku ingin mengenalnya.. ku mohon izinkan aku..” pinta ku

 

Setelah mengalami perbincangan yang panjang dan penuh debat akhirnya ia mengizinkan aku untuk bisa bertemu dengan wanita itu, wanita yang tak boleh aku temui, karena aku orang ketiga dalam hubungan mereka.

 

Tibalah hari dimana aku akan bertemu dengan wanita itu, perasaan bersalah ku semakin menumpuk didalam dada, tinggal menunggu waktu untuk menghancurkan ku.

 

Entah apa yang akan aku lakukan pada saat nanti bertemu dengannya, jauh hari pun tidak ada kata-kata yang ku siapkan untuk aku katakan nanti, hanya keyakinan cinta ku kepada rey lah yang menguatkan ku hingga detik ini.

 

Wanita yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, ia menghampiri kami.

“Rey..ada apa kamu meminta aku datang.?”Tanya nya

“Rika, ada yang mau berkenalan dengan mu..”Jawab rey

“Hai…aku Diana..”Kata ku

“Ohh..aku rika..” Balasnya

“Ada apa ini rey, kenapa kamu ingin mengenalkannya sama aku..siapa dia rey..”rasa penasarannya semakin membesar.

“Begini..sebenarnya..” sebelum rey menyelesaikan kata-katanya, aku melakukan sesuatu yang sekali lagi membuat aku tidak percaya bahwa aku melakukannya.

 

Aku berjalan mendekati wanita itu yang menatapku seolah akan menerkamku, karena aku yakin kebingungannya telah membuat amarah muncul di dirinya.

Aku pun tepat berdiri didepannya, dengan pelan ku tundukan kepalaku, kaki ku pun ku tekukkan satu per satu hingga aku akhirnya ku berlutut di depannya.

“Na..apa yang kamu lakukan..”teriak rey

“ku mohon Lepaskan rey..”kata ku dengan kepala tertunduk kepada rika

“Apaa…Jadi ini alasannya kenapa kamu mau putusin aku rey..!!” Kata rika dengan nada tinggi

“Kenapa..kamu tega melakukan ini ke aku..” tambahnya dengan air mata.

“Maaf..Maaf..jika aku tidak jujur, karena aku tidak mau nyakitin kamu..”Jawab rey

“Ikut aku rey…” Rika menarik tangan rey untuk segera meninggalkan aku.

“…Aku mencintai rey sama seperti kamu mencintai dia..” kataku sambil menatap rika, tentu saja airmata ku pun tak terbendung lagi.

“Kamu ngerti apa tentang dia…sudah 3 tahun aku bersamanya..”kata rika sambil melihat ku dengan marah

“Apakah cinta dilihat dari waktu, memang waktu ku tak lama seperti waktu kamu dengannya tapi yang aku tahu aku mencintainya lebih dari apa pun melebihi nyawaku sendiri, waktu yang Tuhan berikan aku saat ini adalah sekarang untuk dapat mencintainya. Jika cinta diukur dari waktu,aku hanya dapat meminta waktu yang lebih lama agar dapat ku buktikan aku bisa bersamanya.” Kata ku sambil berdiri dan mengusap air mata ku

“Dengar..aku tidak akan pernah melepaskan rey untuk orang lain, bahkan untuk diri kamu..tidak akan pernah..”jawabnya

Rey pun ditarik tangannya untuk segera meninggalkan ku..

 

Mereka beradu mulut di tengah jalan yang ramai, suasana di sekeliling menjadi sangat tak terkendali.

Ketika itu aku melihat sebuah mobil berjalan begitu cepat ke arah rey, 

Ya Tuhan..untuk kesekian kalinya lagi aku tidak percaya apa yang aku lakukan..

Aku berlari kearah rey dan berteriak “ Rey..awaaaasssss..”

Ku dorong tubuhnya untuk segera menjauh, tapi tidak dengan tubuhku..

Brrrruuukkkkkkk…….hempasan yang sangat keras menghantam tubuhku, hingga aku terjatuh tak berdaya..

 

“Diiiaaaannnaaaa…TIDAAKKKK…”

Rey pun mengangkat kepala ku dan memelukku sambil berkata “Maaf kan aku..mengapa kamu melakukan ini Na..Aku Tidak mau kehilangan kamu..” rey pun memelukku sangat eratt..

“Rey..aku mencintai mu lebih dari apa pun melebihi nyawaku sendiri..”Kata ku dengan terbata..

Setelah ku keluarkan kalimat itu, aku pun tak sadarkan diri.

 

Aku tak sadarkan diri dalam beberapa hari di Rumah Sakit.

Hingga aku pun membuat para perawat yang sedang bertugas di kamar ku kaget dan berlari keluar kamar..

“Dokter..dokter..pasien telah sadar..”teriak perawat

Keluarga ku yang mendengarnya sontak bergegas ingin memasuki kamar ICU dimana aku tertidur hingga perawat itu berkata “Maaf..Anda semua tidak boleh memasuki kamar dulu, tapi mana yang bernama rey..”kata perawat itu.

 

Ternyata dalam ketidaksadaranku aku menyebut namanya.

Ia pun masuk dan memegang tangan ku, kurasakan sentuhan lembutnya mengusap rambutku dan mencium kening ku sambil berbisik “Sayang..aku disini..”

Di dalam alam ku aku mendengar sangat jelas rey memangil ku untuk bangun, dengan sisa tenaga ku buka mataku pelan-pelan.

Samar dalam bayangan ku melihat rey tersenyum kepadaku, satu kata yang ku ucapkan “rey..udah putus belum..”

Rey tersenyum dan menganggukan kepalanya, sekali lagi ia mencium kening ku dan berkata “Aku sayang kamu Diana..”

Kepulihan ku berangsur cepat, hingga semuanya menjadi hancur seketika setelah dokter memvonisku aku lumpuh seumur hidup.

 

“TIDAAAKKKK….kenapa aku Tuhan..Kenapa aku yang Engkau beri cobaan ini”Tangisku

Semua keluarga ku terperuk dalam kesedihan, tapi mereka tetap mempunyai keyakinan untuk dapat membuat ku kembali seperti yang dulu.

 

Suasana malam menjadi sangat kelam disaat aku sendirian didalam kamar, hingga rey datang kekamar ku yang seharusnya tak seorang pun diizinkan untuk masuk.

“Rey..apa yang kamu lakukan disini..”Tanya ku

“Na, yang seharusnya berada di sini, adalah aku..seharusnya aku yang mengalami ini semua..aku lebih rela jika aku yang harus menanggungnya..”katanya dengan lirih

“Sudah lah rey, apa yang aku lakukan memang ini udah takdir ku, aku yang telah menjadi wanita lumpuh tanpa masa depan harus aku hadapi sendiri..” kata ku dengan air mata yang tanpa ku undang telah hadir membasahi pipiku.

“rey..sekarang aku tidak punya apa-apa lagi, sudah ku pikirkan semuanya karena itu rey..kamu boleh ninggalin aku..aku tidak layak lagi untuk ada disampingmu..”kata ku

“Apaa..kata mu..tidak Na..Sedetik pun aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, saat kejadian itu aku menjadi sangat takut kehilangan mu dan sekarang aku tidak akan pernah mau lagi untuk kehilangan kamu..”Jawabnya

“Aku tidak mau kamu mengasihani aku rey..”kata ku tegas

 

“Aku sedikit pun tidak mengasihani kamu, aku mencintai kamu seperti kamu mencintai aku, dan aku tidak mau kehilangan kamu untuk selamanya..”

“rey…”

“Na..aku datang ke kamar ini, karena mau memberikan ini kepada mu..”

Sebuah kotak kecil berwarna merah diberikannya kepada ku, ku buka secara perlahan ternyata

“Ya…Tuhan rey..ini cincin..”aku kaget sekali

“Ya..Diana, Maukah kau menikah dengan ku dan bersama-sama dengan aku untuk selamanya..”pinta nya kepada ku..

Aku meneteskan air mata dan di dalam hatiku berkata “Ya..Tuhann..Terima kasih”

Aku tersenyum kearahnya dan berkata “Iya rey aku mau..”

Dia pun mendekap ku dan berkata “Biarlah cinta kita bisa berbahagia untuk selamanya”

 

Kebahagiaan ku kini telah kutemui, bersama dirinya lah hal yang paling istimewa dalam hidupku, Mencintainya lah hal yang paling abadi dalam hidupku.

 

Dulu aku pernah melihat bintang jatuh dalam indahnya malam, satu yang tak pernah kulupakan aku mengatakan

 

“Tuhan, Satu pinta ku untuk hidup ku, Biar waktu yang membentuk dan membuat semuanya menjadi apa yang semestinya dan yang memang harus tercipta, karena dari tangan MU lah ciptaan sempurna akan datang untuk memberikan keajaiban dalam hidupku sekarang dan selamanya”

Bintang jatuh itu pun telah mengabulkan permintaanku, karena kesempurnaanku adalah bersama dirinya.

Comments

Popular posts from this blog

Di ujung senja

Luka yang membawa saya pulang.

Hanya sebentar, tapi berarti..